



|
WEBSITE PDI PERJUANGAN Blog
Older Entries
|
|
|
Sun, 26 Nov 2006
|
| Penghargaan Bangun Budaya Damai |
Jawa Pos Kamis, 23 Nov 2006,
Penghargaan Bangun Budaya Damai
JAKARTA - Megawati Soekarnoputri sebagai presiden
perempuan pertama di Indonesia mendapat
penghargaan "Perintis Pengembangan Program Anak
Indonesia Membangun Budaya Damai ". Penghargaan
tersebut diserahkan oleh Ketua Yayasan Amal
Bhakti Ibu Sulasikin Murpratomo kemarin.
Acara penyerahan berlangsung di kediaman ketua
umum DPP PDIP itu, Jalan Teuku Umar, Menteng,
Jakarta Pusat. Sekitar pukul 09.00, belasan
pengurus Yayasan Amal Bhakti Ibu tiba di rumah
Mega. Tidak seperti kebiasaan pemberian
penghargaan, kali ini panitia mengantar sendiri
penghargaan tersebut.
Sekitar pukul 10.00, Megawati dan sejumlah
pengurus yayasan menuju ke luar rumah untuk
menemui juru foto. Mantan Menteri Urusan Peranan
Wanita Sulasikin Murpratomo yang terlihat masih
sehat menyapa dengan senyuman dan bersalaman
dengan Mega. (cak)
|
Posted 22:20
1 comment | Post a comment
|
Wed, 18 Oct 2006
|
| Konferda PDIP Sulsel Rusuh |
Jawa Pos, Selasa, 17 Okt 2006
MAKASSAR - Konferensi Daerah (Konferda) susulan
PDIP Sulsel di Makassar Golden Hotel (MGH)
kemarin berlangsung rusuh. Dua kandidat, Andi
Rudiyanto Asapa dan Asyhab Azis, bersama massa
pendukungnya membakar atribut PDIP, termasuk baju
bergambar Megawati Soekarnoputri.
Aksi itu dilakukan setelah DPP PDIP mencekal
Rudi -sapaan akrab Rudiyanto Asapa- pada konferda
susulan PDIP Sulsel tersebut. Rudi tidak
diperbolehkan memasuki ruang konferda.
"Ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap DPP
PDIP yang berlaku tidak demokratis. Ini demokrasi
atau otoriter," ujar Rudi sambil membakar tanda
pengenal yang bergambar Ketua Umum PDIP Megawati
dan logo PDIP. Aksi itu juga diikuti ratusan
pendukung Rudi-Asyhab Azis.
Sebelum aksi pembakaran atribut PDIP, sempat
terjadi keributan kecil di antara massa
pendukung. Kejadian itu berawal saat Rudi keluar
dari hotel, salah seorang pendukung Rudi memukul
pendukung Rudi lainnya.
"Kau ini pengkhianat. Disuruh mundur tidak mau,"
ujar si pemukul. Hampir saja terjadi pemukulan
balasan. Tapi, belum sempat membalas, orang
tersebut dikeroyok massa yang lebih banyak.
Beruntung, aparat kepolisian cepat-cepat
mengamankan situasi.
Dalam konferda yang dihadiri Sekjen DPP PDIP
Pramono Anung itu, Zainal Basri Palaguna
dinyatakan terpilih sebagai ketua DPD PDIP Sulsel
periode 2005-2010. Mantan gubernur Sulsel
tersebut terpilih setelah Asyhab Azis memilih
walk out sebelum pemilihan berlangsung dan Rudi
tidak diberi kesempatan memasuki arena konferda.
(jpnn)
|
Posted 02:20
3 comments | Post a comment
|
| Amuk Kader PDIP Makassar Berlanjut |
Jawa Pos, Rabu, 18 Okt 2006,
Amuk Kader PDIP Makassar Berlanjut
MAKASSAR - Kekecewaan kader PDIP Sulawesi Selatan
terhadap pelaksanaan konferensi daerah susulan
belum reda. Namun, kemarin puluhan pendukung dua
kandidat yang gagal ikut pemilihan, Andi
Rudiyanto Asapa dan Asyhab Azis, kembali beraksi.
Mereka mengobok-obok kantor Dewan Pimpinan Daerah
(DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Sulsel di Jalan Seruni No 3, Makassar.
Massa dari perwakilan 17 DPC se-Sulsel itu
mencopot dan membakar seluruh atribut partai
berlambang banteng moncong putih itu. Aksi
tersebut merupakan lanjutan dari aksi sehari
sebelumnya. Yakni, setelah Zainal Basri Palaguna
dinyatakan memenangkan pemilihan.
Aksi para pendukung Rudi -sapaan akrab bupati
Sinjai- itu disebabkan, Rudi tidak diperbolehkan
memasuki arena konferda Senin lalu. Pendukung
Rudi menilai, dengan pencekalan itu, berarti
partai (pengurus pusat) telah menginjak-injak
nilai demokrasi dan aturan main partai.
"Bagaimana partai ini (PDIP, Red) disebut partai
demokrasi, kalau sudah tidak demokratis lagi.
PDIP tidak pantas hidup di negeri ini, terutama
di Sulsel. PDIP harus dilikuidasi Mahkamah
Agung," tegas Asyhab Azis, sekretaris DPD PDIP
Sulsel demisioner.
Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat
keamanan itu berlangsung aman. Sebelum membakar,
massa mencopot atribut partai, seperti foto dan
poster Megawati Soekarnoputri, papan nama, dan
bendera partai. Mereka juga mengumpulkan arsip
dan buku-buku partai, termasuk AD/ART dan aturan-
aturan partai lain. Setelah itu, mereka
membakarnya ramai-ramai.
Dalam aksi tersebut, mereka mencaci DPP PDIP,
termasuk Sekjen PDIP Pramono Anum dan Megawati.
Mereka mengancam akan melanjutkan aksi itu di
masing-masing DPC di 17 DPC.
Ridwan Makkulau, ketua Tim Pemenangan Rudiyanto
Asapa, menegaskan, aksi serupa akan dilakukan di
DPC-DPC setelah Rudi kembali dari Jakarta.
Asyhab menambahkan, pihaknya bersama 17 DPC lain
akan hengkang dari partai yang dikenal sebagai
partai wong cilik itu. "PDIP tidak lagi
menghargai dan malah menginjak-injak demokrasi.
Kami tidak pernah mendukung Palaguna karena tidak
didukung mayoritas di DPC," tuturnya. (jpnn)
|
Posted 02:13
No comments | Post a comment
|
Tue, 03 Oct 2006
|
| Soetjipto Mengaku Kantongi Dukungan 37 DPC PDIP |
Jawa Pos, Selasa, 03 Okt 2006,
Soetjipto Mengaku Kantongi Dukungan 37 DPC PDIP
Kemarin, Deklarasi Maju Pilgub
SURABAYA - Ketua DPP PDIP Ir Soetipto resmi
mendeklarasikan diri akan maju ke pilgub
(pemilihan gubernur). Dalam acara di Hotel Hyatt
Regency kemarin, mantan Sekjen DPP PDIP itu
mengklaim telah mengantongi dukungan dari 37 DPC
se-Jatim.
"Insya Allah, dari 38 cabang se-Jatim, sudah 37
DPC yang menyampaikan dukungan kepada saya," kata
Soetjipto. Sayang, dia tidak menyebut DPC yang
belum mendukung itu. Dia buru-buru menambahkan
bahwa penentuan bacagub (bakal calon gubernur)
PDIP masih belum final. "Sekalipun saya didukung
mayoritas DPC, keputusan tetap ada pada
rakerdasus (rapar kerja daerah khusus) Desember
nanti," tuturnya.
Sesuai dengan keputusan rakerda 17 September
lalu, penentuan cagub PDIP dilakukan dalam
rakerdasus pada 28 Desember 2006. Forum yang akan
diikuti seluruh pengurus PAC dan DPC se-Jatim itu
diharapkan menelurkan minimal dua pasangan cagub
dan cawagub. Nama-nama yang terjaring akan
disetor ke DPP untuk dimintakan persetujuan.
Nanti, hanya satu pasang yang akan direkomendasi
DPP sebagai cagub dan cawagub PDIP. Sampai saat
ini, tahap penjaringan masih sampai pada
pendaftaran bacagub yang dibuka hingga 27 Oktober
2006.
Soetjipto direncanakan mendaftar pada 18 Oktober
atau mundur sebelas hari daripada jadwal semula
yang direncanakan 7 Oktober. Dia juga menegaskan
akan maju sebagai calon gubernur, bukan wakil
gubernur. "Soal siapa pasangannya, saya serahkan
kepada DPD. Sepenuhnya wewenang DPD. Saya siap
dipasangkan dengan siapa saja," katanya.
Siap dipasangkan dengan Sekdaprov
Soekarwo? "Semua pasti tahu bahwa Pak Karwo orang
baik. Saya siap dipasangkan dengan siapa pun yang
diputuskan DPD," tegasnya.
Selain Soetjipto, Soekarwo memang sudah terang-
terangan menyatakan diri bakal mendaftar sebagai
bacagub melalui PDIP. Hanya, pejabat yang akrab
disapa Pakde itu belum memastikan waktu
pendaftarannya.
Dia juga menyambut positif jika ada calon-calon
lain yang bakal maju ke pilgub melalui PDIP. Baik
itu kader sendiri maupun orang luar. "Makin
banyak justru main baik," katanya. "Kalau saya
sudah bilang Bismillah, pasti tidak akan tolah-
toleh lagi," imbuh politikus asal Jatim ini
Acara pendeklarasian Soetjipto dikemas layaknya
forum resmi partai. Nuansa merah kombinasi hitam
tampak di mana-mana. Di berbagai sudut hall
lantai dua Hotel Hyatt Regency, poster Soetjipto
mendominasi pemandangan.
Acara tersebut dihadiri para pendukung fanatik
Soetjipto. Misalnya, Wakil Ketua DPD PDIP Jatim
Bambang D.H., Ketua DPC PDIP Surabaya Saleh
Ismail Mukadar, serta pengurus harian DPC
Sidoarjo, Jombang, Gresik, serta Kota dan
Kabupaten Mojokerto. (oni)
|
Posted 03:09
2 comments | Post a comment
|
| Agung Janji Bahas di Paripurna |
Jawa Pos, Selasa, 03 Okt 2006,
Agung Janji Bahas di Paripurna
Usul Interpelasi Beras yang Diajukan FPDIP
JAKARTA - Protes Fraksi PDIP atas usul
interpelasi impor beras yang tidak dibahas dalam
rapat badan musyawarah (bamus), pekan lalu,
direspons positif oleh Ketua DPR Agung Laksono.
Wakil ketua umum Partai Golkar tersebut
memastikan bahwa hari ini (Selasa, Red), rapat
paripurna mengagendakan pembahasan interpelasi
tersebut.
"Nanti akan dibahas di paripurna," janji Agung.
Jika paripurna menyepakati usul FPDIP tersebut,
agenda interpelasi akan dimasukkan dalam rapat
bamus. Semuanya bergantung pada lobi pemerintah
untuk meloloskan kebijakannya itu.
Sejak sebulan lalu, fraksi-fraksi pendukung dan
yang menolak interpelasi beras terus melakukan
pendekatan-pendekatan politik. Fraksi Partai
Demokrat yang menolak usul tersebut mengumpulkan
beberapa pimpinan fraksi di DPR di Hotel
Dharmawangsa pada pertengahan September lalu.
Sejak saat itu, beberapa suara lantang yang
menolak interpelasi beras semakin terdengar.
Fraksi-fraksi dari partai pendukung pemerintah
seakan merestui rencana untuk mengimpor 210 ribu
ton beras. Padahal, jika dihitung secara
nasional, jumlah itu hanya cukup dikonsumsi dalam
tiga hari.
"Kita dengarkan sikap fraksi-fraksi di paripurna
besok (hari ini, Red)," lanjut Agung. Rapat
pimpinan DPR telah menyetujui dimasukkannya
agenda tersebut untuk dibahas.
Fraksi pengusung interpelasi, FPDIP, tidak
pantang menghadapi risiko gagalnya usul mereka.
Bahkan, fraksi moncong putih tersebut menyatakan
akan maju sendiri jika fraksi lain tidak
mendukung. "Tekad kami sudah bulat," tegas Panda
Nababan, anggota FPDIP.
Dalam usulannya, ada 27 anggota FPDIP yang ikut
menandatangani surat pengajuan interpelasi.
Jumlah tersebut dianggap cukup karena dalam tata
tertib pengusulan interpelasi, hanya diperlukan
13 tanda tangan dari anggota dewan. (cak)
|
Posted 02:43
1 comment | Post a comment
|
|